Minggu, 21 Mei 2017

Mendung Pagi !

Detak-detik jam dinding riuh rendah pagi ini,
Mengingatkan waktu yang terus berputar.
Di sudut keheningan, aku mulai mengenang,
Kesan rapuh tentang dirimu. 

Pagi pernah mempersatukan kita, 
Sebagai dua hati yang mencinta.
Pagi pernah merangkai mimpi kita,
Menuju jalan yang selalu bersama.
Pagi pernah mengubah kita,
Menjadi teman hidup bersama. 

Pagi menyimpan cerita tentang kita,
Pagi menyimpan mimpi kita,
Pagi menyimpan rindu kita,
Pagi menyimpan cinta diantara kita.

Pagi tak seharusnya merebut kebahagiaan itu,
Kebahagiaan yang baru dirangkai.
Pagi harusnya kuat bertahan,
Pagi harusnya kuat menahan,
Pagi harusnya bijak melawan.
Pagi harusnya bisa memahami,
Kekuatan bertambah saat kita sengsara.



Pojok,
22.05.17
05.00 WIT
Menyambut pagi dengan sejuta kenangan !


Kala Sepi Berkunjung !

Kala sepi berkunjung, merenung dan mematung,
Kala sepi berkunjung, ku rapuh dan meraung,
Kala sepi berkunjung, relung hatiku mendung,
Kala sepi berkunjung, ruang bantiku mendengung.
Kala sepi berkunjung, rekaman pilu mulai menendang.

Apakah sepi berarti sunyi ? Apakah sepi berarti duka ?
Apakah sepi berarti derita ? Apakah sepi berarti luka ?
Jika sepi tidaklah baik, mengapa ia sering berkunjung ?
Siapa yang mengundangnya ? Apa tujuannya ?

Kala sepi berkunjung, ku ingin segera berlalu,
Kala sepi berkunjung, ku ambil hikmanya,
Kala sepi berkunjung, ku doakan ia tak kembali lagi.

Pojok,
21.05.17 🙆





Bendungan Harapan

AfterKonseling 4 Melihat kembali ke masa kecil rasanya seperti mencari sesuatu di dalam laci lemari yang hampir usang. Berbagai e...